Pencarian Peraturan


Search Berdasarkan Judul & Jenis

User login

Legalitas On The Net

Gabung di Facebook
Follow Us
Ingin tahu lebih cepat info peraturan terbaru yang diupload Legalitas.Org melalui e-mail? Daftarkan e-mail anda di sini (free):

Preview | Powered by FeedBlitz

Jakarta: Mei 2008, Hingga kini, rancangan undang-undang (RUU) Pornografi tak juga rampung. Hal ini yang kemudian membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan kesungguhan pemerintah dalam pembahasan RUU Pornografi. Dengan alasan, para wakil pemerintah yang sedianya membahas soal ini tak juga hadir ke gedung wakil rakyat di Senayan. Sedianya, bersama DPR beberapa perwakilan menteri yang terkait membahas RUU Pornografi ini adalah Menag, Menkumham, Menkominfo, dan Menneg PP sehingga DIM RUU ini menjadi tak selesai-selesai.

Ungkapan kekecewaan ini disuarakan oleh salah seorang anggota Pansus RUU Pornografi, Hilman Rosyad Syihab anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Selasa (27/5). "Padahal bila sesuai dengan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Pornografi ini haruslah disahkan pada tanggal 15 Juli mendatang. Dengan tidak hadirnya pemerintah ini, tentu menimbulkan kesan, pemerintah tidak kompak dan tidak siap untuk pembahasan selanjutnya," kata Hilman.

Dijelaskan, sebenarnya baik pemerintah dan DPR sudah menyiapkan DIM untuk dibicarakan bersama. DIM RUU Pornografi versi pemerintah memiliki 8 Bab dan 36 Pasal, sedangkan DIM RUU inisiatif DPR memiliki 10 Bab dan 52 Pasal. Antara draft Pemerintah dan DPR RI memiliki perbedaan, khususnya dalam mendiskripsikan jenis pornografi.

Pemerintah, jelas Hilman, tidak membedakan jenis-jenis pornografi sehingga ini bisa berimplikasi pada RUU yang akan dibuat. Sementara implikasi lain lanjut salah satu Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini, RUU Pornografi ini akan mengalami pergeseran yang akhirnya dapat menyebabkan permasalahan pornografi tidak dapat diberantas dengan kehadiran UU Pornografi ini. Ia kemudian menaruh curiga, ada indikasi pihak-pihak yang tidak setuju dengan kehadiran RUU ini.

"Dengan terus bergerilya untuk memperlambat pembahasan dan menyebabkan RUU ini dapat menjadi bahan tertawaan seperti tahun 2006 serta menjadikan RUU ini hanya dijadikan warisan untuk DPR RI periode masa mendatang. Tak bisa dipungkiri, karena jadwal pemilu semakin dekat dan biasanya anggota DPR akan fokus pada parpol," papar Hilman.

Sumber: Kompas.com

cialis is a medicine to
nortriptyline and ambien cr synergy
drugs similar to ambien
tramadol and sore throat
discount viagra online
plavix and constipation
adipex deliverd 24 hours
buy cialis cialas
effects of viagra
is xanax safe for breastfeeding
pure theatrical viagra
cialis pills tadalafil under tongue dissolve

cialis viagra vs
cheap cialis generic levitra viagra
tadalafil capsules
why the bathtubs in the cialis commercials?
free cialis samples
soft cialis
side affects of cialis
cheap tadalafil
cialis online india blog
cialis use
cheap strength tadalafil t large quanity 30mg
cialis after expiration date